Tampilkan postingan dengan label NOVEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NOVEL. Tampilkan semua postingan
22 Februari 2017 1 komentar

Bukan Review Novel Dia - Nonier

Tulisan ini sebenernya adalah isi di diary saya wkwkw. Tapi entah kenapa, rasanya lucu aja kalau untuk di publish :D


Saya baru saja selesai ngebaca novelnya Nonier yang judulnya DIA. Ini bukan novel baru rilis, udah lumayan lama keluarnya novel ini. Dulu pertama kali baca novel ini pas SMA atau SMP yaa, rada-rada lupa. Pokoknya bacanya dulu minjem di Perpus Indah Kiat, dan abis baca ini langsung kepoin semua bukunya Mbak Nonier dan akhirnya sekarang jadi fans-nya Mbak Nonier. Jadi kalau ditanya penulis novel yang genrenya romance gitu suka siapa? Yang saya suka yaa Mbak Windry Ramadhina sama Mbak Nonier :)

Saya baru aja selesai namatin novel ‘DIA’ ini. Saya meriang gak jelas jadinya. Hahahaha. Bukan karna novel kayaknya, taip karna badan saya yang  emang lagi nggak fit beberapa hari ini. Saya nggak mau ngereview novel ini karena, bisa kalian temuin banyak banget yang udah ngereview novel ini. Ratingnya yang diatas 3,5 di goodreads udah otomatis nunjukin kalau buku ini ada ‘isinya’. Maksud saya ada isinya adalah sekarang ini banyak banget novel penulis-penulis baru yang promosinya bagus dan menjual banget tapi ternyata pas baca karyanya eh gak ada isinya, nah novel ‘DIA’ ini ceritanya sederhana dan ngena banget menurut saya. 

Membaca tulisan karya Mbak Nonier, ini yang paling khas menurut saya adalah tentang family, sarkasme yang romantis, dan lucu. Selalu melibatkan keluarga dari semua ceritanya, seperti di Smash, dan juga Sempurna. Sarkasme nya dapat banget, dan celetukan-celetukan kecil dan hal-hal lucu yang dibalut dengan simple tidak berlebihan. Yang saya suka satu lagi adalah ending, hampir beberapa novel Mbak Nonier yang saya membaca selalu membuat saya geregetan, mengapa tak ditulis secara gamblang saja, mengapa harus sedikit digantung seperti itu? 

Ini entah sudah yang keberapa saya baca novel ‘DIA’ ini, ternyata masih membuat saya memiliki debaran yang sama. Mungkin bagi para pecinta novel bisa mengerti moment seperti ini. Saya baru sadar, ternyata saya pernah bertemu seseorang yang sedikit mirip karakternya dengan Saka seperti di novel ini. Walaupun fisiknya berbeda, tetapi ada beberapa kesamaan seperti kesamaan sarkasnya :D. 

Lucunya lagi, saya makin suka dengan perjalanan setelah membaca novel ini. Saya selalu berharap bisa bertemu dengan orang-orang unik di perjalanan. Berharap nemuin Saka di kereta api di dalam perjalanan, Sayangnya sampai sekarang belum nemuin momment seperti itu. Hahaha :D Emang novel itu beda banget sama kenyataan yaaa, tapi tetep aja saya masih cinta sama novel wkwkkw  :D 

Nih beberapa quote dari novel ‘DIA’: 

“Kadang kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain. Membuat kita lupa untuk sekedar bertanya, inikah sebenarnya cinta?”

“Kau bukan saudaraku, temanku juga tidak, jadi nggak ada kewajiban bagimu untuk membuat kepalaku pening dengan sindiran dan kata-kata bermakna ganda....”

Kalau novel-novel yang udah saya baca di rangking, novel ‘DIA’ ini ada di Peringkat 2 list saya. Saka masih belum bisa ngegantiin posisinya Simon di Memory :D. O iya yang bikin saya makin suka dengan novel ‘DIA’ adalah dulu saya hanya membaca tanpa paham dengan lokasinya, sekarang saya lebih ngeh, karna udah tinggal di sini, dan ngerasain langsung momment di kereta api itu seperti apa rasanya. Satu lagi, di salah satu halaman di buku ini tertulis nama seorang teman saya yang karakternya persis banget dengan teman saya di kehidupan nyata. 

Note: 
Nyari buku ini susah banget, soalnya udah gak ada lagi di Toko Buku karena udah masuk cetakan yang agak lama, dan akhirnya nemu di bukubukularis.com, walaupun agak lama nunggunya karna si penjual harus ke penerbit dulu, tapi seneng banget akhirnya punya juga, soalnya dulu pas baca awal kan minjem di perpus. Oiya novel ini cocok dibaca untuk penggemar roman yang menyukai karakter jutek dengan bumbu romantis. :)

11 Februari 2012 0 komentar

kutipan novel "Remember When"

Saya udah tau novel ini sejak lama. Dan setelah tau seorang teman punya novel ini dan mau meminjamkannnya saya sangat senang sekali.Terima kasih Dean Jesica Putri telah mau meminjamkannya :D. Karya-karya-nya Mbak Winna Efendi patut diacungi jempollah. Mulai dari rangkaian kata-kata yang ada didalamnya yang sukses membuat pembacanya ikut terlarut dengan alur cerita yang menguras emosi dan sulit diduga. Hingga desain cover novel yang unik. Itu semua yang membuat saya mengagumi Mbak Winna Efendi sebagai salah satu novelis kesukaan saya. :)

disini saya nggak akan membahas gimana sinopsis cerita ini,tapi saya akan mengutip beberapa kalimat-kalimat yang luar biasa dari novel "Remember When" ini. 

Ini beberapa kutipan Novel "Remember When" Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta.

"Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya."

"Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya?
seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. 
Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi.
Bukankah takdir kita sudah jelas?"

"Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", 
aku merasa senja tak lagi membaca cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu?
Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?"

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya?
Mengertikah kau kalau ktia tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?

"Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu. "

" Setiap orang memiliki momen-momen REMEMBER WHEN yang tidak terlupakan,kenangan yang akhirnya tersimpan rapi dalam kotak memori ,saat-saat bermakna yang sesekali akan kita putar kembali untuk dikenang "

" Your friends will know you better in the first minute you meet than your acquaintances will know you in a thousand years"

" Ada sebuah kompetisi tak tertulis diantara kami "

" Life is a box of Chocolate ,you never know what you're gonna get "

" Ada sesuatu mengenainya yang terasa dingin saat aku pertama kali melihatnya. Namun, enthlah mengapa terkadang aku justru menangkap momen-momen saat dia tampak hangat. Momen ini salah satunya. "

" Life is wonderful . Life is indeed wonderful " 

" I had never spoken to her,except fon a few casual words. And yet her name was like a summon to all my foolish blood "

" Kadang orang sering mengaku menyukai sesuatu,tetapi nggak bener-bener menyukainya."

" Semua orang punya apresiasi musik yang berbeda. bukan berarti genre itu jelek atau sebaliknya. namanya juga selera. "












 
;